Senin, 17 September 2012

Dra. ASMIDA, M. Pd. Mengenang Semarak pembukaan PON ke XVIII tahun 2012 di Bumi Lancang Kuning Riau

Mengenang Semarak pembukaan PON ke XVIII tahun 2012 di Bumi Lancang Kuning Riau

oleh:
Dra. ASMIDA, M. Pd
Staf Bidang Pengembangan PLS Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru

Walau bejalan kaki lebih kurang 3 km dari tempat parkir yang muncul dadakan, untuk sampai kestadiun utama,  namun tak mengurangi semangat kami untuk melihat perhelatan akhbar yang empat tahun sekali diadakan dan Alhamdulillah kami menjadi tuan rumah.Terlepas dari kekurangan sebagai seorang manusia yang tidak sempurna, terselenggaranya PON ini tidak bisa kita pungkiri  berkat perjuangan Gubernur Provinsi Riau  M. Rusli Zainal.
Berikut beberape fhoto saat menuju maupun sebelum masuk ke stadiun utama.


















bersambung

Kamis, 13 September 2012

Dra. ASMIDA, M. Pd. BERKUNJUNG KE RIAU EXPO 2012: Berkunjung ke stand P2K Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru.

BERKUNJUNG KE RIAU EXPO 2012: Berkunjung ke stand P2K Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru.

Oleh: Dra. ASMIDA, M. Pd
Staf Bidang Pengembangan PLS Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru

Untuk memeriahkan perhelatan besar PON KE XVIII di Riau, bidang pengembangan Pendidikan Luar Sekolah  Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru ikut mengambil bahagian untuk pameran tahun ini. Dalam arahannya ibu Kabid Hj. Yettiniza, M. Pd mengingatkan kembali akan pentingnya mensukseskan PON ke XVIII di Riau, sukses PON adalah sukses Riau. 
Setelah beberapa kali pertemuan diputuskan nama stand adalah stand P2K Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru. Stand ini diisi oleh beberapa LPK, PKBM dan PAUD yang sempat berpartisipasi dalam kegiatan tahun ini. 
Saat kunjungan disela jam istirahat bersama ibu kabid, rekan2x di PLS dan anak magang menurut penulis masih banyak yang belum ditampilkan pada kegiatan tersebut sebagai ajang promosi. Terus terang penulis agak terkejut karena berbeda dari konsep awal yang waktu itu penulis  beserta ibu kabid  mendiskusikan dalam kelompok inti sebelum dipaparkan ke forum. Penulis ingin berandai andai mungkin kesibukan masing-masing lembaga pendidikan menyebabkan kesempatan menampilkan hasil karya untuk ditampilkan kurang nampak atau bisa jadi ketidak tahuan akan pentingnya ajang tersebut (entahlah, tanyakan saja pada rumput yang bergoyang itupun kalau masih ada rumput). Namun masih ada waktu beberape hari lagi untuk berbenah. Dari hasil pengamatan dan wawancara tidak terstruktur dengan beberapa peserta  nampaknya sudah mulai ada titik terang akan arti ajang tersebut, antara lain mulai nampak kesibukan untuk menambah beberapa hasil tangan, dan menghilangkan hal yang tidak seharusnya disajikan atau ditampilkan. Terlepas dari itu semua, terimakasih pada lembaga Pelatihan dan Kursus (LPK), lembaga Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan lembaga PAUD yang sempat berpartisipasi dalam kegiatan tahun ini khususnya untuk memeriahkan event 4 tahun sekali  di Bumi Lancang Kuning Riau.












Fhoto bersama didepan stand P2K Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru

Minggu, 09 September 2012

Dra. ASMIDA, M. Pd. Pengambilan Keputusan

Pengambilan Keputusan
oleh: Dra. ASMIDA, M. Pd
Staf Bidang PLS Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru

Hidup adalah perjalanan dari suatu keputusan. Semua yang kita lakukan dalam hidup dan kehidupan kite adalah keputusan. Prof Cip dengan gamblang menyampaikan "itu juga keputusan" saat menanggapi celutukan mahasiswanya yang tidak memahami hakikat sebenarnya dari suatu keputusan. Menurut penulis apakah keputusan itu baik atau buruk yang mengetahui adalah pengambil keputusan itu sendiri, orang lain tidak berhak mencampurinye, si pengambil keputusan telah mempertimbangkan berbagai hal sebelum die memutuskan. Dielah yang harus bertanggung jawab terhadap keputusan yang telah die ambil, orang lain tidak punya wewenang.
Contoh lain dalam pengambilan keputusan, saat saye akan menghadiri pernikahan salah seorang keluarga angkat beberape bulan yang lalu.  Beberapa hal yang saya pertimbangkan sebelum memutuskan pergi al: undangan lisan sudah disampaikan saat kak tika datang kekantor mengurus legalisir suaminye beberape bulan sebelum acara kalau tak salah, selain itu aku juge sudah lame tidak berjumpe dengan keluarga yang lain terutama si bungsu yang paling dekat dengan hidup kami sementara itu aku juge harus mempersiapkan  pakaian yang akan dipakai, mengingat dalam satu hari tersebut penulis harus menghadiri beberape undangan selain itu juge harus mempersiapkan dan hadir kegiatan kantor yang memang menumpuk pade saat itu juge, untunglah undangan kedua pada hotel yang same jadi tidak terlampau penat. Setelah menimbang berbagai hal akhirnya penulis memutuskan pergi keacara tersebut dengan baju yang same yaitu baju melayu kebangsaan  yang dibordir, walau tidak baru kali karena sudah pernah dipakai pertame sekali saat hari raye di Selat Panjang. Baju ini merupakan  salah satu baju yang aku sayangi.

Rabu, 05 September 2012

Dra. ASMIDA, M. Pd. LATAH: LELAH TIDAK BERUJUNG


LATAH: LELAH TIDAK BERUJUNG
Oleh:

Dra. ASMIDA, M. Pd
Staf Bidang Pengembangan PLS Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru

Sepanjang pengamatan penulis, fenomena latah dialami secara umum oleh orang yang sudah tua atau orang yang sudah berumur, namun sekarang nampaknya hal tersebut sudah mulai bergeser, masalah latah bukan lagi milik orang yang telah berumur namun sudah begeser  ke anak sekolahan. Dengan kata lain latah tidak pandang bulu.
Orang latah biasanya ditemukan saat  acara sedekah, sunatan, pernikahan sehingga suasana persipan acara menjadi riuh rendah dengan tingkah polah orang latah (biasanya orang yang sudah tua atau berumur) tersebut. Pada saat itu bila ada  seseorang yang tau temannya atau tetangganya latah akan mulai mengganggu, misal: saat seseorang yang latah lewat, ada yang menokok meja, secara spontan orang latah akan merespon dengan kata-kata yang bermacam-macam. Kata-kata tersebut oleh orang disekitarnya diulang lagi dengan berbagai cara (seperti tidak ada kerjaan) agar orang latah tersebut bertambah latah. Terakhir biasanya mengucapkan sudah sudah dengan gerakan tangan e..e..eh kemudian berlalu.
Bila penulis amati, perilaku orang latah muncul secara tiba-tiba (kadang-kadang seperti dibuat-buat untuk menarik perhatian) saat ia sedang melakukan berbagai kegiatan,  dikejutkan oleh orang yang suka mengganggu misal dengan cara memukul, berteriak , mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas seperti mencaci, mencarut dan sebagainya. Perilaku orang yang mengganggu tersebut akan diulang oleh orang latah walau mungkin hal tersebut dibawah sadarnya.
Orang latah sering kali menjadi bahan olok-olokan agar mengikuti atau meniru kata-kata maupun perbuatan yang tanpa sadar diucapkan atau dilakukan oleh orang yang mengganggunya.
Menurut Hanna Jumhana Bastaman, dalam http://www.improve7.com/2012/07/penyebab-latah-dan-cara.html diakses 4 September 2012 , menyebut ada 4 tingkah laku yang mungkin direaksikan, yaitu:
1. Echolalia : meniru kata, bunyi atau ucapan pada saat terkejut.
2. Echopraxia : meniru perbuatan atau gerak-gerik.
3. Automatic obedience: menjalankan perbuatan atau gerak-gerik yang diperintahkan orang lain secara mendadak.
4. Coprophilia : melontarkan kata-kata yang kurang pantas, biasanya berhubungan dengan seks.

Kalau penulis amati penyebab latah selain mungkin mengikut tren agar diperhatikan atau akibat sering mengganggu orang latah dan akhirnya menjadi latah sungguhan seperti yang disampaikan oleh Hanna Jumhana Bastaman, dalam http://www.improve7.com/2012/07/penyebab-latah-dan-cara.html diakses 4 September 2012,   menyatakan bahwa Latah dengan cepat dapat menular dari satu orang ke orang lain. Jadi jangan tertawa dulu jika ada orang latah di dekat anda. Bisa-bisa anda pun ikut-ikutan latah. Ini bisa terjadi karena si pelatah itu terlihat menonjol, sehingga yang lain tanpa sadar mengikuti polah latah tersebut. Jika dilakukan terus-menerus bukan tidak mungkin akan menjadi latah sungguhan.
Hal tersebut memang benar adanya, dari pengamatan penulis saat masih remaja salah seorang anggota keluarga yang dulunya tidak latah,  tapi die termasuk orang yang suke usil mengganggu saudarenye yang latah. Beberapa tahun belakangan ini menurut pengamatan penulis, die sendiri menjadi latah. Untungnye tidak ade yang bereaksi  berlebihan saat latahnye muncul, sehingga sekarang  latahnya berangsur hilang.
 Selain itu latah juga disebabkan kurang berfungsinya bagian otak si penderita. Menurut para ahli yang diambil dari http://www.improve7.com/2012/07/penyebab-latah-dan-cara.html diakses 4 September 2012, latah berkaitan dengan dua bagian di otak yang berhubungan dengan bahasa. Bagian pertama berfungsi memberi reaksi terhadap apa yang dilihat dan didengar. Bagian yang kedua, mencerna makna dan apa yang dilihat atau didengar. Dalam keadaan normal kedua bagian itu bekerja saling mendukung. Nah, pada orang latah yang lebih menonjol adalah bagian otak yang berfungsi untuk memberi reaksi, sehingga ketika terkejut ketika mendengar atau melihat sesuatu yang tak biasa ia langsung bereaksi.
Dengan demikian menurut penulis, latah bukanlah hal yang bisa dianggap enteng, karena menyangkut fungsi otak yang terganggu. Jadi sangatlah tidak manusiawi kalau kita secara terus menerus dengan tujuan misalnya meramaikan atau mencairkan suasana atau over acting mempermainkan orang yang latah karena akan menambah tidak berfungsinya salah satu bahagian otak orang tersebut. Akibat lainnya dari yang penulis amati orang latah akan menarik diri dari lingkungannya, dengan harapan agar tidak diganggu misal dengan bersembunyi  dan sebagainya, karena bagaimanapun mereka malu telah berbuat dibawah sadar yang membuat orang lain tersinggung akibat ucapannya padehal mereka tidak menginginkan ucapan tersebut. Hal senada disampaikan Hanna Jumhana Bastaman  sebagai berikut…….akibat tidak menjadi dirinya sendiri dan mungkin merasa malu. Malah kalau sudah menjadi kronis lama-lama ia bisa merasa harga dirinya turun, lalu dia akan menarik diri.
Ada dua syarat agar kebiasaan latah dapat dihilangkan seperti yang dikemukakan dalam http://www.iniunik.web.id/2011/07/latah-definisi-penyebab-bahaya.html#axzz25UeDu8RZ diakses 4 september 2012  menyatakan ada dua syarat yang harus Anda penuhi agar kebiasaan latah Anda bisa dihilangkan dengan cepat dan hasilnya permanen, yaitu :
  1. Anda harus sungguh-sungguh ingin berubah dan serius ingin menghilangkan kebiasaan latah anda.
  2. Anda harus setuju untuk menganggap latah sebagai kebiasaan yang kurang baik dan merugikan diri sendiri. Kebiasaan latah akan sulit dihilangkan atau bisa saja kambuh sewaktu-waktu apabila anda menganggap menjadi latah itu lucu, menguntungkan dan menyenangkan.
Jika anda memenuhi 2 syarat di atas, maka latah yang anda alami bisa disembuhkan dengan hipnoterapi. Tidak peduli separah apapun latah yang anda derita, asalkan anda serius ingin berubah, seketika anda akan berubah.

Selanjutnya Hanna dalam  http://www.improve7.com/2012/07/penyebab-latah-dan-cara.html diakses 4 September 2012, menulis  bahwa gejala latah dapat diobati dengan: Sikap preventif, yaitu menghindari situasi yang memungkinkan timbulnya reaksi. Hubungan penderita dengan lingkungan yang bisa membuatnya latah harus diputuskan terlebih dahulu.
 Langkah selanjutnya, dengan psikoterapi. Psikiater akan mengajak pasien berbicara dan membukakan apa yang selama ini menjadi tekanan. Jika latah itu sudah sampai ke tingkat kecemasan, misalnya konsentrasi penderita cepat buyar, atau dia selalu mengaitkan segala sesuatu ke arah seks, penderita perlu diberi obat anti cemas.
Cara lain adalah dengan behavior therapy (terapi perilaku). Di Amerika pasien menjalani behavior therapy dengan cara disetrum. Penderita disuruh menonton film dewasa, jika dia latah dia distrum. Di Indonesia behavior therapy dilakukan dengan cara yeng lebih halus. Penderita di suruh menonton film dewasa dan adegan itu direkam. Saat hasil rekaman diputar, pasien akan merasa malu ketika melihat dirinya latah.
Penderita latah akan sembuh total jika dia memang punya tekad yang kuat untuk itu.
Mudah-mudahan tulisan singkat ini dapat membuka pikiran kita bahwa latah bukan masalah sepele untuk dipermainkan, dan bersyukur kita tidak mengalaminya. Jadi lebih baik bantu orang yang mungkin ada disekitar kita untuk mengurangi beban kelelahan mereka karena selalu menjadi orang lain akibat latah, cobalah menahan diri dengan tidak terus menerus memperolok-olok dan ketawa diatas penderitaan orang lain apapun alasannya. Alangkah lelahnye mereka, lelah tidak berujung.
Begitu pula dengan orang yang latah, walau lingkungan sekitar anda tidak mendukung agar anda dapat mengurangi latah atau menghilangkan latah, tapi anda sendiri harus kosentrasi agar latah anda tidak muncul kembali, jangan mau diganggu (kecuali memang anda senang diganggu dan menjadi bahan olokan secara terus menerus), saya percaya latah anda akan berangsur hilang yang berarti fungsi otak anda kembali membaik. Semoga.



DAFTAR PUSTAKA


Selasa, 04 September 2012

Dra. ASMIDA, M. Pd. Pekanbaru Menuju Kota 2 M ?


PEKANBARU MENUJU KOTA 2 M ?
 

Oleh: Dra. ASMIDA, M. Pd
(Staf Bidang Pengembangan PLS Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru)



Saat mengikuti rapat di ruang kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru tgl 27 Agustus 2012 hari senin, salah satu hal penting yang menjadi fokus pembicaraan adalah tentang wacana Kota Pekanbaru menjadi Kota Metropolitan sekaligus Kota Madani yang penulis singkat dengan Kota 2 M. Wacana tersebut dicanangkan oleh wali kota Pekanbaru Firdaus dan wakil walikota Ayat Cahyadi. Tertarik dengan permasalahan tersebut penulis mencoba mencari apa betul yang dimaksud dengan kota 2 M yang beberapa kali diucapkan oleh pak kadis untuk mendukung program pak wali kota.
Penasaran akan maksud tersebut, penulis mencoba mencari beberape pengertian kota 2 M. Berikut beberapa pengertian yang penulis ambil dari beberape sumber antara lain yang dikemukakan oleh Guru besar Universitas Andalas Firwan Tan  dalam http://regional.kompasiana.com/2011/05/26/padang-kota-tercinta-menuju-kota-metropolis/diakses 3 September 2012 menyatakan ada empat syarat untuk menjadikan sebuah kota menjadi kota metropolis yaitu :
  1. Kota yang nyaman
  2. Kota yang cerdas
  3. Kota yang manusiawi
  4. Ecological kota yang bersahabat dengan lingkungan atau alam
Menyimak ke empat syarat tersebut, penulis berpendapat Pekanbaru masih harus berbenah diri lagi hampir dalam segale hal, kite ambil contoh kota Pekanbaru yang nyaman. Apakah benar kite sudah dapat dinyatakan nyaman sementara kejahatan sering mengintai, belum lagi kebrutalan geng motor yang sudah tahap menghawatirkan, kurang kesadaran mencintai kota seperti membuang sampah tidak pada tempatnya dapat kite lihat  diberbagai lini kota ini.
Begitu juge dengan simpang siurnye lalu lintas tanpa pak polisi, yang secara otomatis menyebabkan macet. Begitu pule kenyamanan terbebas dari asap rokok, sulit ditemui dikota ini. Hal ini bukan berarti kita melarang orang merokok itu hak mereka, tapi harus diingat ada hak orang lain akibat merokok di sembarang tempat apalagi ruang ber AC. Belum lagi masalah pengemis yang datang dari luar Provinsi Riau (karena semiskin miskinnye orang melayu die pantang  mengemis) dan berbagai permasalahan lainnya yang membuat tidak nyamannya kota Pekanbaru.
Sedangkan pade syarat ke due kota Cerdas. Bila kita amati pertumbuhan  Universitas baik Negeri maupun Swasta boleh dikatakan tertumpu di Kota Pekanbaru walaupun ada Universitas di kabupaten lain di Provinsi Riau, namun menurut penulis hal tersebut bukan merupakan suatu indikasi bahwa masyarakatnya cerdas. Menurut penulis, kecerdasan itu mengandung makna pintar dalam otak, dan bijaksana dalam memandang berbagai peroalan. Hal senada disampaikan Firwan Tan Guru besar Universitas Andalas dalam http://regional.kompasiana.com/2011/05/26/padang-kota-tercinta-menuju-kota-metropolis/diakses 3 September 2012 menyatakan kecerdasan itu bukan hanya dari segi pengetahuan. Namun juga masyarakat kota dari semua lini harus cerdas dalam bersikap dan bertindak.
Dampak yang dapat kita lihat dari fenomena diatas menyebabkan sulitnye menciptakan kota yang manusiawi, hal tersebut sekaligus juga menggambarkan masyarakat yang tidak peduli akan lingkungan sekitarnya apelagi alam.
Sedangkan masyarakat madani seperti yang diambil dalam http://teguh1611.wordpress.com/2009/04/22/pengertian-konsepsi-masyarakat-madani/ diakses 28 Agustus 2012, menyatakan konsepsi masyarakat madani yang didambakan itu dapat digambarkan sebagai berikut:
1.    Masyarakat madani adalah masyarakat yang berperadaban, yang di dalamnya terdapat ukuran-ukuran normatif dalam kehidupan yang digunakan untuk menilai sesuatu itu baik atau tidak baik. Jadi, ukuran baik tidak baik itu ditentukan oleh (kepentingan) diri sendiri.

2.    Hubungan sesama manusia dalam masyarakat madani adalah hubungan horizontal. Hubungan vertikal hanya diperlihatkan oleh hubungan antara makhluk dan Tuhan.

3.    Hak asasi manusia dalam masyarakat madani dihormati dan dihargai dalam rangka menghormati hak-hak orang lain, bukan dalan rangka memperjuangkan hak-hak pribadi.

4.    Kekuasaan masyarakat madani terletak pada rakyat , bukan penguasa. Kebenaran yang diperjuangkan dalam masyarakat madani pun bukan kebenaran penguasa, melainkan kebenaran yang obyektif. Dengan demikian, hukum harus ditegakkan. Dalam pada itu, pihak mana pun yang menggunakan kekuatan untuk memaksakan kehendaknya tidaklah dibenarkan (sumber kompas).

Menurut Ryaas Rasyid dalam http://menaraislam.com/content/view/152/48/ diakses 1 September 2012, berpendapat bahwa masyarakat madani adalah masyarakat yang terpenuhi haknya dalam penyelanggaraan kekuasaan. "Hak dalam pengertian suara rakyat harus didengar pemerintah sekaligus ikut serta dalam penyelenggaraan kekuasaan," Selanjutnya masih dalam sumber yang sama, menurut Ryaas Rasyid masyarakat madani di Indonesia baru berada dalam proses pertumbuhan, bahkan masih berupa embrio. "Still in the making," katanya.
 Dikatakan sedang tumbuh, menurut Ryaas, karena masyarakat madani bangkit berdasarkan banyak faktor pendukung. Faktor pertama adalah adanya perbaikan di sektor ekonomi, yakni semakin tinggi pendapatan masyarakat yang menyebabkan mereka tidak tergantung kepada pemerintah, bahkan secara logika justru pemerintah yang tergantung kepada masyarakat karena harus membayar pajak untuk mendukung kegiatan pemerintahan. Faktor kedua, tumbuhnya intelektualitas. Semakin intelek suatu masyarakat, maka secara umum semakin memiliki komitmen untuk independen. Sedangkan faktor ketiga, terjadinya pergeseran budaya dari masyarakat yang berbudaya paternalistik menjadi budaya yang lebih modern dan lebih independen.
Menurut drh. Chaidir bersempena hari jadi Pekanbaru yang ke 228 yang diambil dari http://drh.chaidir.net/kolom/269-Pekanbaru-Kota-Madani.html diakses 1 sept 2012 menyatakan secara umum masyarakat madani adalah tatanan masyarakat yang berdiri secara mandiri. Mereka memerlukan pemimpin tetapi tidak dalam posisi ketergantungan. Sang pemimpin juga tidak merasa yang paling tahu dan paling bisa. Komunikasi dialogis tetap terjaga. Dan insitusi pemerintah terpercaya.
http://www.policy.hu/suharto/modul_a/makindo_16.htm diakses 1 September 2012 masyarakat madani adalah sebuah masyarakat demokratis dimana para anggotanya menyadari akan hak-hak dan kewajibannya dalam menyuarakan pendapat dan mewujudkan kepentingan-kepentingannya; dimana pemerintahannya memberikan peluang yang seluas-luasnya bagi kreatifitas warga negara untuk mewujudkan program-program pembangunan di wilayahnya. Namun demikian, masyarakat madani bukanlah masyarakat yang sekali jadi, yang hampa udara, taken for granted. Masyarakat madani adalah konsep yang cair yang dibentuk dari poses sejarah yang panjang dan perjuangan yang terus menerus.
Masih dalam sumber yang sama, bila kita kaji masyarakat di negara-negara maju yang sudah dapat dikatakan sebagai masyarakat madani, maka ada beberapa prasyarat yang harus dipenuhi untuk menjadi masyarakat madani, yakni adanya democratic governance (pemerinthana demokratis yang dipilih dan berkuasa secara demokratis dan democratic civilian (masyarakat sipil yang sanggup menjunjung nilai-nilai civil security; civil responsibility dan civil resilience). Apabila diurai, dua kriteria tersebut menjadi tujuh prasyarat masyarakat madani sbb:
1.    Terpenuhinya kebutuhan dasar individu, keluarga, dan kelompok dalam masyarakat.
2.    Berkembangnya modal manusia (human capital) dan modal sosial (socail capital) yang kondusif bagi terbentuknya kemampuan melaksanakan tugas-tugas kehidupan dan terjalinya kepercayaan dan relasi sosial antar kelompok. 
3.    Tidak adanya diskriminasi dalam berbagai bidang pembangunan; dengan kata lain  terbukanya akses terhadap berbagai pelayanan sosial.
4.    Adanya hak, kemampuan dan kesempatan bagi masyarakat dan lembaga-lembaga  swadayauntuk terlibat dalam berbagai forum dimana isu-isu kepentingan bersama dan  kebijakan publik dapat dikembangkan.
5.    Adanya kohesifitas antar kelompok dalam masyarakat serta tumbuhnya sikap saling  menghargai perbedaan antar budaya dan kepercayaan.
6.    Terselenggaranya sistem pemerintahan yang memungkinkan lembaga-lembaga ekonomi,  hukum, dan sosial berjalan secara produktif dan berkeadilan sosial.
7.    Adanya jaminan, kepastian dan kepercayaan antara jaringan-jaringan kemasyarakatan  yang memungkinkan terjalinnya hubungan dan komunikasi antar mereka secara teratur, terbuka dan terpercaya.
Tanpa prasyarat tesebut maka masyarakat madani hanya akan berhenti pada jargon. Masyarakat madani akan terjerumus pada masyarakat “sipilisme” yang sempit yang tidak ubahnya dengan faham militerisme yang anti demokrasi dan sering melanggar hak azasi manusia.
Nurcholish Madjid dalam merumuskan konsep masyarakat madani seperti yang diambil dari http://wacanaislam.blogspot.com/2008/03/nurcholish-madjid-dan-pemikiran.html diakses 1 September 2012 mengutamakan tiga term yaitu: demokrasi, masyarakat madani, dan civility.
Lebih lanjut dinyatakan untuk menjalankan demokrasi perlu ruang yang kondusif dan mampu memberi kehidupan untuk berdemokrasi di dalamnya. Ruang atau rumah itu adalah masyarakat madani atau civil society. Adapun civility adalah kualitas etik yang dimiliki oleh masyarakat, berupa toleransi, keterbukaan, dan kebebasan yang bertanggung jawab. Kualitas masyarakat madani dapat diukur dari kualitas civility. Semakin terbuka dan bersedia untuk menerima pandangan, pendapat, dan perbedaan, maka semakin tinggi kualitas civility yang dimilikinya.
Dari berbagai pendapat tersebut penulis menyimpulkan bahwa kota madani merupakan kota yang masyarakatnya tamadun (memakai istilah pak Tenas Efendi), masyarakat yang mandiri, masyarakat yang mempunyai visi diri,  masyarakat yang terbuka, mempunyai pemimpin yang mengerti kondisi masyarakat yang dipimpinnya.
Dengan demikian berdasarkan uraian singkat diatas menurut penulis, Pekanbaru menuju Kota Metropolis yang Madani yang dicanangkan oleh Wali kota Firdaus dan Wakil Walikota Ayat Cahyadi merupakan perjalanan penyelesaian tumpukan pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan untuk Pekanbaru menuju kota 2 M. Kita tidak tau pasti kapan bisa tercapai, mungkin puluhan tahun lagi dan hendaknya tidak bersifat instan tapi melalui proses. Semoga.



DAFTAR PUSTAKA





Senin, 03 September 2012

DRA. ASMIDA, M. Pd, SELAMAT DATANG SANG JUARA

SELAMAT DATANG SANG JUARA

OLEH:
DRA. ASMIDA, M. Pd
STAF BIDANG PLS DINAS PENDIDIKAN KOTA PEKANBARU


TERIMEKASIH PAK GUBERNUR H. M. RUSLI ZAINAL ATAS PERHELATAN BESAR INI. KITE TIDAK TAU KAPAN PON INI AKAN SINGGAH DI RIAU LAGI, KALAU KITA BUAT HITUNG-HITUNGANNYA SEPERTI YANG DISAMPAIKAN OLEH PROF. ZULFADIL KADIS DINAS PENDIDIKAN KOTA PEKANBARU SAAT UPACARA SENIN PAGI 3 SEPTEMBER 2012 YANG PENULIS TANGKAP MAKNANYA SEBAGAI BERIKUT: PON DILAKSANAKAN 4 (EMPAT ) TAHUN SEKALI SEDANGKAN PROVINSI DI INDONESIA INI ADA 33 PROVINSI SEANDAINYA KALAU KITA BUAT BERGILIR MAKA SETELAH 132 (SERATUS TIGA PULUH DUA TAHUN ) BARU KITA DAPAT GILIRAN UNTUK MENGADAKANNYA ATAU SEBAGAI TUAN RUMAH. SAAT ITU KITEPUN ENTAH DIMANA. 
PERTANYAANYA, MENURUT PENULIS BAGAIMANA  KALAU TIDAK BERGILIR? APA MENJAMIN KITA AKAN MEMPEROLEHNYE? SAYE TIDAK JAMIN KARENA KITE HARUS INGAT MASING-MASING PROVINSI  DI INDONESIA AKAN BERUPAYA AGAR MOMENT INI ADA PADA MEREKA. AJANG INI DAPAT DIJADIKAN SALAH SATU AJANG PROMOSI DAERAH DALAM BERBAGAI HAL KHUSUSNYE RIAU JANGAN HANYA DIKENAL DENGAN MINYAK SAJE TAPI BANYAK AJAK PROMOSI YANG DAPAT KITA TAMPILKAN SEPERTI: MEMPERKENALKAN BATIK RIAU YANG MENGGAMBARKAN BERAGAM CORAK KHASANAH MELAYU RIAU BEGITU PULE DENGAN SONGKET RIAU YANG MENAWAN DENGAN BERBAGAI MOTIF, SELAIN ITU KITE BISA MENAMPILKAN MAKANAN KHAS MELAYU RIAU SEPERTI: SEMPEDAS GULAI PATIN, GULAI IKAN SALAI PAKAI PUCUK UBI (WADUH JADI LAPAR HEHEHE...), BOLU KEMOJO DAN SEBAGAINYE.  
OLEH SEBAB ITU MARI KITE SUKSESKAN PON KE XVIII TAHUN 2012 DI BUMI LANCANG KUNING RIAU. KALAU TIDAK KITE SIAPE LAGI. JADIKAN MOMEN PON UNTUK RIAU YANG LEBIH GEMILANG,CEMERLANG  DAN TERBILANG. SUKSES PON BUKANLAH SUKSES SATU ATAU SEGELINTIR ORANG TAPI SUKSES MASYARAKAT RIAU.
BANGKIT BUDAK MELAYU. SELAMAT DATANG SANG JUARA.