Jumat, 27 Juli 2012

GALERI FHOTO: Dra. ASMIDA, M. Pd, GALERI FHOTO: Dra. ASMIDA, M. Pd, dalam berbagai kegiatan dari masa ke masa bersama keluarga, teman dll



GALERI FHOTO: Dra. ASMIDA, M. Pd,  dalam berbagai kegiatan dari masa ke masa bersama keluarga, teman dll.


Fhoto dan teks oleh Dra. ASMIDA, M. Pd
lokasi Utama al: Selat Panjang, Bengkalis, Pekanbaru, Kota Lama, Kampar, Bangkinang, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Bandung, Jakarta, Yogyakarta, Lombok, Tanjung Pinang, Malaysia, Singapore.




Fhoto: Koleksi Pribadi.
Aku (Dra. ASMIDA, M. Pd) duduk paling kanan. Baju yang aku pakai saat bekodak bewarna merah dihiasi renda dan bahagian depan warna putih, saat fhoto ini diambil aku memakai sepatu kulit warna hitam dihiasi pita kecil kemudian pakai kaos kaki putih model yang dilipat berenda. Baju dan sepatu dibeli mak dan ayah saat kami jalan2x ke Pekanbaru.

Fhoto: Koleksi Pribadi.
Aku (Dra. ASMIDA, M. Pd) berdiri pakai selendang merah




Fhoto: Koleksi Pribadi.
Aku (Dra. ASMIDA. M. Pd) dan beberapa kawan-kawan SMP Negeri 1 Selat Panjang saat jala-jalan  dalam kegiatan Karang Taruna



Fhoto: Koleksi Pribadi.
Aku (Dra. ASMIDA, M. Pd) bersame mak (kalau tak salah  waktu hari raye haji di Pekanbaru daerah tangkerang tengah). Fhoto aku bersame mak dan ayah saat Wisuda S1 Bidang Pendidikan Matematika dI Universitas Riau Pekanbaru tahun 1989



Fhoto: Koleksi Pribadi.
Aku (Dra. ASMIDA, M. Pd) bersame mak, ayah, abang Raja Muda Amri, SE saat wisuda, aku bersame mak dan kemenakan di Pekanbaru dan saat balek dari jalan-jalan ke Pasir Pangaraian serta aku bersame teman-teman saat jalan-jalan ke Sumatra Barat, Medan dan Jakarta



Fhoto: Koleksi Pribadi.
Aku (Dra. ASMIDA, M. Pd) bersame mak, abang Raja Muda Amri saat wisuda, aku bersame mak dan kemenakan di Pekanbaru,  aku bersame teman-teman saat jalan-jalan ke Medan, aku bersame teman-teman naik kapal di Selat Sunda.















Aku (Dra. ASMIDA, M. Pd) bersama bu Rena (tengah) dari Ambon dan Lilis dari Sulsel, saat  di Yogyakarta kalau tak salah tahun 2004












Fhoto Koleksi Pribadi
Aku (Dra. ASMIDA, M. Pd) lebaran ke rumah kanda Aziz bersama kemenakanda Chacha dan kanda RM. Amri 









































































Aku (Dra. ASMIDA, M. Pd) bersama ibu Atma dosen Matematika sewaktu aku mengambil S-1 Pendidikan Matematika di Universitas Riau  tahun 1984 s.d tahun 1988. 























Aku (Dra. ASMIDA, M. Pd) saat di Lombok bersama pak Anto, pak danur, Bu nila, dan bu Rahma



















Aku (Dra. ASMIDA, M. Pd) saat di pantai Tanjung Pinang






Aku (Dra. ASMIDA, M. Pd) bersama kemenakanda Farida, S. Pd  saat lebaran di Selat Panjang





Kemenakanda Anggi, Aku (Dra. ASMIDA, M. Pd), Kakanda RM. Asmiwati, Kemenakanda Farida S. Pd, Kakanda RM. Sarfini, S. SOS, Kemenakanda Aji dan Kemenakanda Caca


Aku (Dra. ASMIDA, M. Pd) bersama beberapa anggota keluarga besar saat acara pernikahan kemenakanda RM. Andri Kurniawan 







Aku (Dra. ASMIDA, M. Pd) bersama mami Ros saat acara keluarga Rohul






Aku (Dra. ASMIDA, M. Pd) bersama teman LPK dan PKBM saat perpisahan dengan Pak syafrudin di Sumbar

Aku (Dra. ASMIDA, M. Pd) bersama kanda Darwati, dan sepupu eti saat acara pernikahan kemenakanda Chichuk Suprayogi di Selat Panjang



Aku (Dra. ASMIDA, M. Pd) di Malaysia







Aku (Dra. ASMIDA, M. Pd) saat acara Implentasi Direktori SKB dan TBM di Bandung th 2012












Fhoto: Koleksi Pribadi. 
Aku (Dra. ASMIDA, M. Pd) saat menjadi nara sumber untuk Nilem PKBM secara Online











Aku (Dra. ASMIDA, M. Pd) sesaat mau ke Bandung th 2012




Aku (Dra. ASMIDA, M. Pd) saat di Trans Studio Bandung  th 2012


Aku (Dra. ASMIDA, M. Pd) bersama bu Nila, yul dan linda di wisma UNJ 


Aku (Dra. ASMIDA, M. Pd) bersama Susi, dibelakangnya pak Nasrul, pak sumarno,  pak kodar, pak yadi, Pak Tasril, pak zul di kampus UNJ


Aku (Dra. ASMIDA, M. Pd) bersama beberapa anggota keluarga besar saat acara pernikahan kemenakanda Chichuk Suprayogi  th 2012




Aku (Dra. ASMIDA, M. Pd) bersama Yul, linda dan pak kodar di Bandung th 2012



Aku (Dra. ASMIDA, M. Pd), kanda RM. Asmiwati, RM,  S.Sos, Chichuk Suprayogi, SE,  kanda RM. Sarfini, S. Sos, anggraini Pawesti, Farida, S. Pd













































































Aku (Dra. ASMIDA, M. Pd)  bersama kawan-kawan di PLS dan perwakilan pemenang Jambore  saat di Bandung dan Jakarta th 2012 





Aku (Dra. ASMIDA, M. Pd)  saat meninjau uji kompetensi di LPK Markem th 2012 bersama Tim penguji kecantikan rambut pak Irwan dan kak Rina 











 Aku (Dra. ASMIDA, M. Pd) dan kawan-kawan dari berbagai provinsi di Indonesia saat pelatihan calon tim penilai di Medan th 2012


Aku (Dra. ASMIDA, M. Pd)  bersama salah seorang nara sumber







































Rabu, 11 Juli 2012

Dra. ASMIDA, M.Pd. Pendidikan Kewirausahaan Masyarakat dan Pengarusutamaan Gender (PUG)



Pendidikan Kewirausahaan Masyarakat dan Pengarusutamaan Gender (PUG)

Oleh: Dra. ASMIDA, M. Pd





 Dra. ASMIDA, M.Pd.
Saat mengikuti kegiatan Pendidikan kewirausahaan dan PUG tahun 2012 di hotel Furaya Pekanbaru-Riau

laki-laki dan perempuan itu memang berbeda tapi tidak untuk dibedakan



yang kodrat itu hanya menyangkut  4 hal:
1. menstruasi
2. mengandung
3. melahirkan
4. menyusui

Kalimat-kalimat diatas merupakan beberapa kalimat pada materi kegiatan Pendidikan kewirausahaan dan PUG tahun 2012 di hotel Furaya, yang disajikan oleh  nara sumber saat penyampaian materi. Kalimat tersebut penulis letakkan diawal tulisan ini dengan harapan  dapat lebih menggugah pandangan kita khususnya generasi muda tentang Gender yang pada sebahagian orang, umumnya kelas menengah kebawah masih sangat awam. Namun tidak sedikit pula kaum menengah keatas pikirannya masih sempit, hal tersebut bisa saja terjadi berbagai faktor kehidupan dengan latar belakang pendidikan orang tua,  lingkungan, faktor dari diri sendiri semuanya menentukan pola pikir seseorang.  Dari hasil pengamatan saat mengikuti beberape kali kegiatan  tentang gender, ada beberapa peserta misal saat istirahat khususnye ataupun setelah selesai kegiatan, mengucapkan kata-kata seperti ejekan tentang gender,seharusnya menurut penulis hal tersebut tidak pantas diucapkan apakah mungkin dengan maksud lelucon untuk menarik perhatian atau apapunlah namanya. 
Masalah gender menurut penulis sangat penting disikapi secara bijak dan tidak bisa dipandang sebelah mata, kalau kita ingin generasi muda kita kedepannya berpikir lebih maju dari pada pendahulunya, yaitu pendidik dirumah seperti orang tua, mak cik, mak usu,mak ngah dsbnya, pendidik disekolah seperti guru dan pendidik di masyarakat yaitu lingkungan. Kita harus mampu mendudukkan masalah bahwa masalah gender adalah masalah peran yang bisa dilakukan oleh laki-laki dan perempuan. Beberape contoh berikut mudah-mudahan dapat menambah wawasan kite akan pentingnya pengarusutamaan gender.
Contoh: laki-laki dapat menjadi Presiden kalau dia mempunyai kemampuan otak ((kognitif) bagus. Hal tersebut juga berlaku untuk Perempuan.  Baru-baru ini di Pekanbaru khususnye, salah satu calon walikotanya adalah Perempuan, terlepas kalah atau menang Ibu Septina Primawati Rusli menunjukkan pada kita  Perempuan juga mampu dikancah politik. Latar belakang kehidupan orang tua yang bergelimang politik, pendidikan, kepedulian yang tulus, mengantarkan seorang Septina menjadi pribadi yang tangguh. Selain itu masih banyak lagi perempuan yang bahu membahu dalam kancah politik dengan laki-laki sebut saje Nurul Arifin, Rieke Diah Pitaloka, Sri Mulyani dan masih banyak lagi perempuan-perempuan tangguh dengan berbagai profesi luput dari pengamatan kita. Perempuan juga mampu memegang jabatan penting di pemerintahan, kalau kita mau membuka sedikit saja wawasan berpikir betapa banyak perempuan dipenjuru negeri ini khususnya di Pekanbaru yang telah berhasil dalam berbagai profesi.
Contoh lain tentang gender, kalau kita mau membuka mata hati lihatlah disekeliling kita, baik langsung maupun melalui media masa begitu banyak seorang perempuan karena berbagai faktor  memutuskan untuk bertungkus lumus membesarkan anak-anaknya sendirian. Hal tersebut menjadi salah satu gambaran perempuan juga mampu menjadi kepala keluarga.

Contoh lain lagi dibeberapa daerah perempuan mampu bekerja disawah atau ladang, malahan di beberape daerah hanya perempuan yang bekerja di sawah, sedangkan laki-lakinya lebih banyak main domino, perempuan juge mampu menakik getah, perempuan mampu mencari ikan disungai dsbnya. Dengan demikian menurut penulis  tidak ada yang salah dengan gender kecuali istilahnya agak asing  ditelinga sebagian orang. Kedepan dengan semakin baiknya pendidikan kita berharap kalimat-kalimat yang melemahkan dan meremehkan kemampuan perempuan tidak ada lagi apapun alasannya. 





 Fhoto Koleksi Pribadi:
Aku (Dra. ASMIDA, M. Pd) bersama salah seorang nara sumber PUG




 Fhoto Koleksi Pribadi:
Aku (Dra. ASMIDA, M. Pd) dan kawan-kawan dari salah satu kabupaten di Prof. Riau bersama salah seorang nara sumber PUG




Fhoto Koleksi Pribadi:
Aku (Dra. ASMIDA, M. Pd) dan kawan-kawan dari salah satu kabupaten di Prof. Riau bersama salah seorang nara sumber PUG






Fhoto Koleksi Pribadi:
Aku (Dra. ASMIDA, M. Pd) dan kawan dari salah satu kabupaten di Prof. Riau bersama Ibu Dra. Lena Farida, M. Si, salah seorang nara sumber PUG










Fhoto Koleksi Pribadi:
Aku (Dra. ASMIDA, M. Pd) dan kawan dari salah satu kabupaten di Provinsi Riau bersama Ibu Dra. Lena Farida, M. Si, salah seorang nara sumber PUG



Fhoto Koleksi Pribadi:
Aku (Dra. ASMIDA, M. Pd) dan kawan-kawan dari kabupaten di Provinsi Riau



Fhoto Koleksi Pribadi:
Aku (Dra. ASMIDA, M. Pd) selesai istirahat siang

laki-laki dan perempuan itu memang berbeda tapi tidak untuk dibedakan



yang kodrat itu hanya menyangkut  4 hal:
1. menstruasi
2. mengandung
3. melahirkan
4. menyusui 

BERSAMBUNG

Dra. ASMIDA, M. Pd. Selayang pandang perjalanan pemenang lomba

Galeri Fhoto Dra. ASMIDA, M. Pd.  Selayang pandang  Perjalanan Bidang PLS Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru bersama beberapa pemenang lomba jambore di Lembaga Kursus dan Pelatihan (LPK), PKBM dan Paud tingkat Kota Pekanbaru 18 s.d 20 Juni 2012.

Fhoto dan teks oleh: Dra. ASMIDA, M. Pd



Fhoto: Dra. ASMIDA, M.Pd
Sesaat sebelum bertolak ke Bandung 

Perjalanan menggunekan pesawat langsung dari Kota Pekanbaru Bumi Lancang Kuning menuju Kota Bandung adalah perjalanan pertame penulis ke kota Bandung. Biasenye penulis ke Bandung melalui Jakarta setelah itu baru naik bus antare lain Bus Prima Jasa atau Cipaganti menuju kota Bandung biasenye memakan waktu kire2x due jam kalau tidak macet. Oh ye Bandung bukanlah kota yang baru bagi penulis,  sejak tahun 2007 s.d th 2009 penulis  tinggal di Bandung di kawasan kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung tepatnye daerah Geger Kalong. 
Perjalanan menggunekan pesawat ke Bandung sangat berat, medan yang begitu berat diantare due gunung yang sangat-sangat berbahaya harus dilalui. Dibutuhkan pilot yang benar-benar menguasai daerah tersebut,selain itu koordinasi berbagai sistem harus benar-benar terkendali agar pesawat dapat mendarat dengan sempurna. Dari pengamatan maupun observasi tidak terstruktur dengan para penumpang hampir semuenye cemas, rasanya hampir setengah jam kami berputar-putar diudara cuacanye tidak bisa diprediksi aneh memang, bagaimane tidak cuacanye cerah tapi penuh dengan  hentakan maupun tikungan (kalau kite didarat) sangat mengerikan padehal hampir sampai tapi tidak sampai. Akhirnye setelah berpetualang kami mendarat  juge di Bandara. 

Beberape tempat yang sempat kami kunjungi dalam perjalanan ini antara lain:
Kawasan wisata Trans Studio
Trans Studio konsepnye menurut penulis dan salah satu teman sebenarnye hampir same dengan objek wisata Genting Malaysia, namun kalau di  Malaysia kita membelah melalui hutan tropis menggunekan cable car  yang menawan untuk menuju kelokasi.











Kawasan wisata Ciater
Sebelum istirahat di Hotel kami dan rombongan menyempatkan diri ke Ciater, pusat rekreasi air panas, lumayan mencemplungkan kaki di kolam sumber air panas. Ternyata Ciater semakin malam semakin panas oleh pungunjung yang mau berendam. Kalau siang hari kita bisa menikmati sumber air panas sambil duduk atau berbaring diatas bebatuan  yang didalam hutan.








Para pemirsa , bersama reporter terkini asmida dan nia ikuti perjalanan kami melalui beberapa fhoto berikut:

Kawasan wisata Taman Mini Indonesia Indah (TMII)











Dihotel Amaris sesaat sebelum menuju wisata belanja di Mangga Dua

Setelah penat berkeliling dg wisata belanja yang habis-habisan kami makan siang setelah itu baru menju bandara Soekarno - Hatta.






Menurut penulis banyak hal yang bisa dipelajari dari perjalanan di objek wisata kota Bandung maupun Jakarta.Selain untuk melepaskan penat akan rutinitas sehari-hari juga hendaknya dapat menjadi ajang membuka kreativitas khususnya guru Paud untuk mengembangkan kegiatan pembelajaran mereka saat kembali bertugas. Menurut penulis dengan mengamati wahana permainan yang ada di objek wisata Trans Studio, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Ciater dapat menambah wawasan berpikir untuk kemajuan PAUD ke depan.

BERSAMBUNG