Minggu, 28 Oktober 2012

Dra. ASMIDA, M. Pd. Gaya Kepemimpinan

GAYA KEPEMIMPINAN
Oleh:
Dra. ASMIDA, M. Pd

Staf Bidang Pengembangan Pendidikan Luar Sekolah Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru



Menurut  Stoner dalam Pasolong. H (2010;37), gaya kepemimpinan (leadership style) adalah berbagai pola tingkah laku yang disukai oleh pemimpin dalam proses mengarahkan dan mempengaruhi pekerja. Lebih lanjut Stoner membagi gaya kepemimpinan menjadi dua yaitu:  
1)    Gaya yang berorientasi pada tugas mengawasi pegawai secara ketat untuk memastikan tugas dilaksanakan dengan memuaskan. Pelaksanaan tugas lebih ditekankan pada pertumbuhan pegawai atau kepuasan pribadi
2)    Gaya yang berorientasi pada pegawai lebih menekankan pada memotivasi ketimbang mengendalikan bawahan. Gaya ini menjalin hubungan bersahabat, saling percaya, dan saling menghargai dengan pegawai yang sering kali diizinkan untuk berpartisipasi dalam membuat keputusan yang mempengaruhi mereka.
Menurut  Thoha Stoner dalam Pasolong. H (2010;37), gaya kepemimpinan adalah merupakan norma perilaku yang digunakan oleh seseorang pada saat orang tersebut mencoba mempengaruhi perilaku orang lain. Sedangkan Ermaya dalam Pasolong. H (2010;37), menyatakan bahwa gaya kepemimpinan merupakan bagaimana cara mengendalikan bawahan untuk melaksanakan sesuatu. Pendapat  Hersey dan Blanchard masih dalam sumber yang sama mengatakan gaya kepemimpinan adalah pola- pola perilaku konsisten yang mereka terapkan dalam bekerja dengan dan melalui orang lain seperti dipersepsikan orang-orang itu.
Menurut Pasolong. H (2010;37) yang disimpulkan dari beberapa pendapat para ahli mengatakan bahwa gaya kepemimpinan adalah suatu cara yang dipergunakan oleh seorang pemimpin  dalam mempengaruhi, mengarahkan, mendorong dan mengendalikan bawahannya dalam rangka pencapaian tujuan organisasi secara efisien dan efektif.
Dari beberapa  pendapat tersebut penulis berpendapat bahwa gaya kepemimpinan adalah suatu teknik yang dilakukan oleh pemimpin agar orang yang dipimpinnya mengerjakan apa yang ditugaskan secara bertanggung jawab sehingga tujuan dari organisasi tercapai. Hal ini juga bermakna antara lain seorang pemimpin harus mempunyai kemampuan melihat, membaca potensi yang dimiliki oleh anggotanya dan menempatkan tugas yang diberikan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki oleh anggota tersebut.  
Hal tersebut senada dengan yang dikemukakan oleh Rivai. V dan Mulyadi. D (2010:120) yang menyatakan salah satu syarat seorang pemimpin berhasil memimpin organisasi secara efektif adalah mempunyai keahlian untuk mengorganisasi dan menggerakkan bawahan secara bijaksana dalam mewujudkan tujuan organisasi serta mengetahui dengan tepat kapan dan kepada siapa tanggung jawab dan wewenang akan didelegasikan.

Sekianlah
Pekanbaru, 26 Oktober 2012, Jam 01. 14 Wib.

Sumber:
Pasolong. H. (2010) Kepemimpinan Birokrasi. Alfabeta: Bandung
Rivai. V dan Mulyadi. D (2010 ). Kepemimpinan dan Perilaku Organisasi. Edisi Ketiga. Rajawali Pers: Jakarta.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar