Kamis, 20 Desember 2012

Dra. ASMIDA, M. Pd. Draft Sambutan Seminar Autis



Draft Sambutan untuk Seminar Autis

Oleh:
Dra. ASMIDA, M. Pd. 
Staf Bidang Pengembangan PLS Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru.


 SAMBUTAN
Kepala Bidang Pendidikan Luar Sekolah Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Pada Acara Seminar Autis, Pada Hari Minggu, Tgl 15 Desember 2012,  Tempat Hotel Akasia, Jl. Jendral Sudirman.

Bismillahirahmanirrahim
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh…
Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semua…

Yang Terhormat,
1.       Bapak pimpinan Yayasan Insan Peduli Autis (YIPA) Foundation
2.       Bapak Nara Sumber: Agus Tri Haryanto, S. Pd
3.       Para peserta seminar Autis   
4.       Para undangan

Pertama-tama saya sampaikan salam dari ibu kabid PLS Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Ibu Dra. Hj. Yettiniza, M. Pd, yang tidak bisa hadir bersama kita pada kesempatan ini.

Hadirin yang berbahagia,
Saya menyambut baik diadakannya seminar autis ini, sebagai salah satu upaya menambah wawasan kita tentang autis, penanganan atau cara menghadapinya saat mereka akan beranjak remaja.

Hadirin yang berbahagia,

Masa remaja inilah hal yang paling rawan hampir pada semua remaja, namun bedanya anak autis tetap melihat segala sesuatu dari sudut pandang dirinya sendiri, saat mereka memiliki kegelisahan dan tidak mampu mengungkapkannya, disinilah anak autis cendrung marah, sedih maupun frustasi.
Oleh sebab itu saya menghimbau khususnya pada orang tua yang memiliki anak autis, harus menjaga komunikasi dengan anaknya, sehingga perubahan sikap, perasaan anak pada masa pencarian jati diri pada masa remaja dapat sediki teratasi.

Akhirnya dengan mengucapkan Bismillahirahmanirrahim “Kegiatan Seminar Autis dengn judul: “ Ketika Individu Autism Beranjak Remaja “ Apa Yang Harus Dilakukan……? dengan resmi saya buka.
               
                Demikian beberapa hal yang dapat disampaikan pada kesempatan ini dan bagi peserta, selamat mengikuti seminar.

Terima Kasih.

Wabillahitaufiq walhidayah
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

                      Pekanbaru, 15 Desember 2012
        Kepala Bidang PLS
Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru

        Dra. Hj. Yettiniza, M. Pd
                                                        NIP. 196506041989032005


Minggu, 16 Desember 2012

Dra. ASMIDA, M. Pd; KOMPETENSI PROFESIONAL GURU PAUD


KOMPETENSI PROFESIONAL GURU PAUD

Oleh:
Dra. ASMIDA, M. Pd
Staf Bidang Pengembangan Pendidikan Luar Sekolah Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru.

Wibowo (2007;324) mendefinisikan kompetensi sebagai suatu kemampuan untuk melaksanakan atau melakukan suatu pekerjaan atau tugas yang dilandasi atas keterampilan dan pengetahuan serta didukung oleh sikap kerja yang dituntut oleh pekerjaan tersebut. Dengan demikian, kompetensi menunjukkan keterampilan atau pengetahuan yang dicirikan oleh profesionalisme dalam suatu bidang tertentu sebagai sesuatu yang terpenting, sebagai unggullan bidng tersebut.
Masih dalam sumber yang sama, dinyatakan bahwa kompetensi juga menunjukkan karakteristik pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki atau dibutuhkan oleh setiap individu yang memampukan mereka untuk melakukan tugas dan tanggung jawab mereka secara efektif dan meningkatkan standar kualitas profesional dalam pekerjaan mereka.
Terdapat lima karakteristik kompetensi seperti yang dikutip dari Wibowo (2007;325), sebagai berikut:
a.    Motif adalah sesuatu yang secara konsisten  dipikirkan atau diinginkan orang yang menyebabkan tindakan. Motif mendorong, mengarahkan, dan memilih perilaku menuju tindakan atau tujuan tertentu.
b.    Sifat adalah  karakteristik fisik dan respon yang konsisten terhadap sesuatu atau informasi. Kecepatan reaksi dan ketajaman mata merupakan ciri fisik kompetensi seorang pilot tempur.
c.    Konsep Diri adalah sikap, nilai-nilai atau citra diri seseorang. Percaya diri merupakan keyakinan orang bahwa mereka dapat efektif dalam hampir setiap situasi adalah bagian dari konsep diri orang.
d.    Pengetahuan adalah informasi yang dimiliki orang dalam bidang spesifik. Pengetahuan adalah kompetensi yang kompleks. Skor pada tes pengetahuan sering gagal memprediksi prestasi kerja karena gagal mengukur pengetahuan dan keterampilan dengan cara yang sebenarnya dipergunakan dalam pekerjaan.
e.    Keterampilan adalah kemampuan mengerjakan tugas fisik atau mental tertentu. Kompetensi mental dan keterampilan kognitif termasuk berpikir analitis dan konseptual.
Dari uraian diatas penulis berpendapat, kompetensi merupakan kemampuan seseorang untuk mengerjakan pekerjaan yang dilandasi adanya pengetahuan yang dimiliki orang tersebut, kemudian ditambah dengan sikap diri yang telah mulai terbentuk sejak usia dini.
UU No.20 tentang Sistem Pendidikan Nasional tahun 2003,  Pasal 1 butir 14 menyatakan Pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.
Standar Nasional Pendidikan (UUSISDIKNAS NO. 20 TH 2003 Pasal 35), mengisyaratkan bahwa lembaga pendidikan harus memenuhi 8 standar  yaitu standar isi, proses, kompetensi lulusan, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan, dan penilaian pendidikan yang harus ditingkatkan secara berencana dan berkala.
Sehubungan dengan hal tersebut, sejak tahun 2009 melalui Permendiknas No 58 tentang standar PAUD yang dikutip dari Netti Herawati (2011: 25) pada Capaian Dan Rancangan Grand Design Program Paud Provinsi Riau, diisyaratkan bahwa seorang guru PAUD selain kualifikasi pendidikannya harus S-1/D4 tapi juga harus memenuhi 4 (empat) kompetensi yaitu: kompetensi kepribadian, kompetensi profesional, kompetensi sosial dan kompetensi pedagogik.
Menurut Permendiknas No 58  tahun 2009, Pendidik anak usia dini adalah profesional yang bertugas merencanakan, melaksanakan proses pembelajaran, dan menilai hasil pembelajaran serta melakukan pembimbingan, pengasuhan dan perlindungan anak didik. Lebih lanjut dinyatakan bahwa Pendidik PAUD pada jalur pendidikan non formal terdiri atas guru, guru pendamping dan pengasuh.

Permendiknas No. 16 tahun 2007 tentang standar kompetensi guru PAUD/TK/RA dengan jelas menyatakan Kompetensi Profesional guru adalah:
1.    Menguasai materi, struktur, konsep dan pola pikir keilmuan.
2.    Menguasai standar kompetensi dan kompetensi dasar.
3.    Mengembangkan materi pembelajaran secara kreatif.
4.    Mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif.
5.    Memanfaatkan tekhnologi informasi dan komunikasi untuk berkomunikasi dan mengembangkan diri.
Berdasarkan uraian tersebut, kompetensi profesional pendidik menurut penulis adalah kemampuan  profesional yang wajib dimiliki oleh pendidik, sehingga para pendidik mampu untuk terus meningkatkan kualitas diri dalam pekerjaannya,  yang pasti akan berimbas pada proses pembelajaran, dengan mampunya pendidik untuk mengembangkan potensi dirinya secara kreatif disebabkan penguasaan materi oleh pendidik menyebabkan ia mampu meramu pembelajaran sesuai dengan karakter peserta didik. Dengan kompetensi profesional yang dimiliki,  penulis berpendapat secara otomatis akan berimbas pada kompetensi yang lain seperti kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, dan kompetensi sosial. 

Sekianlah.
13 Desember s.d 15 Desember 2012


Sumber:
Wibowo (2007). Manajemen Kinerja. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada
Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang
            Sistem Pendidikan Nasional
Herawati, N (2011). Capaian dan Rancangan Grand Design Program
            PAUD Provinsi Riau Tahun 2011-2014



Senin, 10 Desember 2012

Dra. ASMIDA, M. Pd; Cerpen Judul: Kepurun juge ade.


Cerpen.

Judul: Kepurun juge ade.

Oleh:

Dra. ASMIDA, M. Pd
Staf Bidang Pengembangan PLS Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru


Lagu my heart wil go on mulai menghiasi ruang kerjeku di Learning Center Asmida, yang masih tahap perbaikan, tibe-tibe dalam bingkai sepi, tak mampu kutepis, sosok wajah orang yang kucintai, kusayangi, menyeruak saat terakhir bersame.  Sedang mengape die sekarang ye? Kubiarkan butir-butir rindu itu mengalir, bagai aliran sungai sail yang hampir tidak pernah sepi dari senyumku, saat melewatinye, melalui jembatan yang lumayan comel, yang dibangun untuk memudahkan orang lewat.
Tadi, sungai sail membuat aku tersenyum lebar, melihat pemandangan yang tak mampu kualihkan tanpa sedikit melirik anak – anak bergembira meloncat dari jembatan, dan hanyut dalam tawa ria seperti kejadian pagi tadi, saat perjalanan meninjau penataan ruang baru “Learning Center Asmida”. Tak mampu ketepis senyumku saat kenangan masa kecil di kota sagu Selat Panjang membayang, yang tak akan terlupakan sampai kapanpun.
Yah.., masih terbayang dilintasan wajahku yang tentunya sudah tak seimut dulu lagi hahaha…, saat menengok air pasang[1] yang tidak seperti biasenye melanda daerah tempat tinggal kami di Selatpanjang, masa yang ditunggu anak-anak sebayaku tanpa tau akibat yang ditimbulkan, tidak peduli penyakit musim pasang yang datang seperti gatal-gatal, kudis dan sebagainya, tak peduli. Bermain sampan yang dibuat dari pelepah pokok kelape, ade juge yang kami buat dari kayu bloti bekas, yang ditancapkan paku dibahagian depannye setelah itu baru dikasih tali.
Sampan buatan sendiri itu, kami heret (bace: henget)[2] sambil berlari lari kecil di sepanjang jalan yang digenangi air pasang, tak peduli air pasang yang bewarna coklat keruh itu, yang telah becampur dengan berbagai bentuk sampah, berlarian tanpe kasut[3]. Semakin deras aliran air pasang menuju tempat yang rendah, semakin gile kami berpetualang, begitu pule saat air pasang mulai surut, sampan yang sudah tidak bisa bejalan lagi, kami bawak ke parit dan mulai berlarian disepanjang tepian parit yang lumayan tinggi ditumbuhi rumput. Tak sampai disitu, kami terus bergerak membuat sampan dari kertas atau dari daun nangke dengan bermacam model, untuk diperlombakan diparit depan rumah, yang airnye lumayan deras. Saat perlombaan tepekik telolong[4]lah mengejo sampan masing-masing.
Kutepikan motor kesayanganku si merah, yang setia di setiap perjalananku di kota panas, yang sudah lama termangu di sudut grase bersame kendaraan lain, saat aku menjelajahi kota kembang Bandung. Kulepaskan pandangan dihamparan air yang mulai meluap dan menyeruak menyapa bibir sungai yang ditumbuhi pohon-pohon kecil, mendekati  pinggiran rumah warga, yang berbaris manis disekitar tepian sungai.
Kubiarkan diri menikmati hawa sungai sail, hujan rintik mulai turun lagi, dari spion kulirik antrian panjang masing-masing manusia berkejaran untuk menghindari hujan, aku tersenyum, dalam hati aku berujar, apakah mereka tidak sadar didepan juge hujan? Entahlah, akhir-akhir ini kesemrautan dalam berbagai bentuk semakin manjadi jadi, tak peduli apepun kelasnye, tak taulah.
Sambil tersenyum aku mulai bergerak perlahan, menerobos kucuran air dari langit, yang memang harus dilalui, kekuasaan Allah sang pencipta jagat raya, pemilik semua ilmu. Kutengadahkan wajah ke langit, terimekasih ya Allah, kau beri aku kekuatan, kecerdasan untuk mengagumi, mempelajari ilmu yang kau bentangkan melalui hamparan lautan ilmu pengetahuan yang kau sediakan.
Kulirik jam tangan merah yang begitu manis ditangan kiriku, hari tidak lagi terlampau pagi, aku harus cepat sampai ke kantor, ade janji untuk program akhir tahun 2012, yang harus kuputuskan, lumayan untuk menyambut tahun baru 2013 di Batam. Kubiarkan saje tubuhku terkene rintik hujan yang mulai lebat, selebat hujan membasahi motorku.  
Lagu melayu pantai solop membuyarkan lamunanku, rupenye ade sms dari bu Dina ketua DPD Ika Boga Riau, “datang ye, kami masak sempolet”, wah…ini die, dah lame betul, aku tak makan makanan khas melayu Selat Panjang, rasenye nak dekat due puluh delapan tahun, semenjak aku tamat SMA. Dengan cepat aku jawab, “iye, lempeng sagu ade tak”?, beberape saat muncul sms balasan “kepurun juge ade.”

Sekianlah
Pekanbaru, 10 Desember 2012



[1] Air pasang kalau daerah perkotaan disebut banjir, merupekan air laut/sungai yang naik kepermukaan yang melebihi kapasitas disebabkan al: hujan yang terus menerus selama beberape hari.
[2] Heret (bace: henget) merupekan bahase melayu Selat Panjang untuk menyatekan tarik.
[3] Kasut bahase melayu Selat Panjang untuk menyatekan sendal.
[4] tepekik telolong merupekan bahase melayu Selat Panjang untuk menyatekan kegembiraan atau rase senang dan biasenye secara spontan.

Rabu, 21 November 2012

Dra. ASMIDA, M. Pd. FORUM KOMUNIKASI KELUARGA ANAK DENGAN KECACATAN (FKKADK)

FORUM KOMUNIKASI KELUARGA ANAK DENGAN KECACATAN (FKKADK)

Oleh:

Dra. ASMIDA, M. Pd
Staf Bidang PLS Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru


Diawal tulisan ini, penulis ingin mengetekan bahwa tidak ada yang sempurna , kecuali kesempurnaan itu sendiri.  Menurut penulis, seseorang pada dasarnya tidaklah benar-benar sempurna, kesempurnaan seseorang terletak pada ketidaksempurnaannya. Hal ini berarti ada batas sempurna, kemana batas itu lebih cendrung apakah kesempurna atau pada ketidaksempurnaannya. Bersyukurlah kalau kite terletak mendekati sempurna, bagaimane yang tidak, jawabannye sudah pasti adenye kecacatan (ketidaksempurnaan) atau penyandang cacat.
Undang-undang No. 4 th 1997 tentang penyandang cacat bab 1 pasal 1 menyatekan bahwe  penyandang cacat  adalah setiap orang yang mempunyai kelainan  fisik dan atau mental yang dapat mengganggu atau merupekan rintangan dan hambatan baginya untuk melakukan secara selayaknya,  yang terdiri atas: penyandang cacat fisik, penyandang cacat mental maupun penyandang cacat  fisik dan mental.
Kalaulah bisa memilih penulis yakin mereka (anak dengan kecacatan) tidak ingin dilahirkan dalam keadaan cacat,  begitu pula dengan orang tua pasti tidak ingin hal tersebut terjadi, terutama ibu secara umum. Namun apa daya, karena berbagai faktor penyebab yang tidak dapat ditulis dan dilukiskan walau oleh sipelukis, si buah hati lahir dalam keadaan cacat dan tidak ada doa untuk menolak kecacatan itu, tidak peduli apapun lingkup taraf hidup keluarga sianak, baik kaya maupun miskin dan sebagainya. 
Beruntunglah anak yang mempunyai orang tua yang sudah memahami keberadaan anak dengan kecacatan, memberi kesempatan pada anak untuk berkembang sesuai dengan kondisi dirinya, bukan memaksakan kehendak orang tue. Tidak memanjakan anak yang berlebihan karena keterbatasannya, tapi membiasakan anak sejak dini untuk mandiri sebatas kemampuan anak tersebut. Alangkah baiknya lagi kalau anak dengan kecacatan disekolahkan pada sekolah yang mereka merasa nyaman akan keberadaannya, dengan begitu mereka biasa bersosialisasi bersama kawan-kawannya yang lain. 
Ada beberapa kasus dari hasil pengamatan penulis, dimana orang tua tidak menyadari atau mungkin tidak mau menyadari kecacatan yang dimiliki anaknya sehingga menyebabkan sianak semakin terpuruk dan memburuk. Biasanya ini terjadi pada anak dengan penyandang cacat mental yang secara umum sulit dilihat dan memiliki orang tua kaya/ berada dan lingkungan yang terpandang. Jujur penulis kasihan melihat sianak yang pada dasarnya tidak tau ambisi orang tua mungkin untuk menjaga marwah dsbnya. Hal ini penulis simpulkan dari wawancara  tidak terstruktur dengan beberape kawan baik yang berkecimpung di bidang pendidikan maupun orang awam dalam salah satu kegiatan lapangan.
Orang tue mane yang tidak menyayangi anaknye, namun menurut penulis rase sayang yang berlebihan, seakan-akan anak dengan kecacatan harus dibantu secara keseluruhan harus mulai diubah kalau tidak ingin sianak menjadi terabaikan hak hidupnye kelak, selain itu orang tue harus sadar  tidak selamanya  sehat dan bertenage begitu pule  tidak selamanya  orang tua akan  hidup,  terus menjaga si anak dengan kecacatan. Pola pikir seperti inilah yang harus diubah, betapapun kasih sayang orang tua (ayah & ibu) maupun keluarga yang mendidik anak dengan kecacatan,  menurut penulis harus menyadari kasih sayang yang sejati bile die memberikan kesempatan  anak untuk menghargai dirinye. Dengan demikian paling tidak die punye bekal untuk dirinye dan sedikit mengurangi ketergantungan pade orang lain seperti kakak, abang dsbnye saat orang tue terutame ibu (yang tetap menyayangi apepun kondisi sianak) telah tidak ade di muke bumi. Seperti ungkapan berikut: sayang ayah sepanjang penglihatan, sayang ibu sepanjang jalan, sayang saudara saat berada".

Bersambung

Dra. ASMIDA, M. Pd; Nama baru LPK Bina Busana




LEMBAGA PELATIHAN dan KURSUS MENJAHIT BUTIQ "FARIDA & FRIDA" (2F)
LEMBAGA PENDIDIKAN PUTRI TENGKU SRIBANUN (L2PTS)
SEKRETARIAT: JL. GUNUNG RAYA NO. 70, RT 002, RW 002, KELURAHAN REJOSARI, KEC. TENAYAN RAYA PEKANBARU
Contak Person: Dra. RM. ASMIDA, M. Pd ; email: asmida_rm@ymail.com; HP: 08127620849; email: l2pts@yahoo.com; Farida, S. Pd; HP: 081365201653 

SURAT KEPUTUSAN
Nomor: X /L2PTS/Pemilik/X/2012

Saya yang bertanda tangan dibawah ini, pemilik Lembaga Pendidikan Putri Tengku Sribanun (L2PTS), menerangkan:

Nama             :  LPK “Bina Busana”
Pengelola      : Farida, S. Pd
Alamat           : Jl. Gunung Raya No. 70. Pekanbaru

Berganti Nama Menjadi
Nama             : Lembaga Pelatihan dan Kursus Menjahit Boetique
 “FARIDA & FRIDA”

                          (2F)
Pengelola      : Farida, S. Pd
Alamat           : Jl. Gunung Raya No. 70. Pekanbaru

Demikianlah surat keputusan ini dibuat, dan mulai berlaku sejak keputusan ini ditetapkan.


Pekanbaru, 10 Oktober 2012
Pemilik Lembaga Pendidikan Putri Tengku Sribanun
 (L2PTS) Kota Pekanbaru




Dra. Raja Muda ASMIDA, M. Pd

Selasa, 20 November 2012

Dra. ASMIDA, M. Pd. Cerpen judul:Kalau tidak mau berkelahi dengan macet


Cerpen

Judul: Kalau tidak mau berkelahi dengan macet

Oleh:
Dra. ASMIDA, M. Pd
Staf Bidang Pengembangan PLS Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru


Gelisah mungkin ini ungkapan hatiku saat ini, seperti judul lagu Ahmad Jais yang aku senandungkan pelan di ruang sempit disudut kota panas yang semakin tidak bersahabat. Entah mengapa beberape hari ini tak ade yang kene, yang dapat tergambarkan dengan baik. Semuenye campur aduk, galau kalau memakai istilah kawan reporterku.
Lagu Ahmad Jais masih menyeruak dalam lubuk hati, begitu juge dengan lagu lain yang dinyanyikan   beberape penyanyi lainnye seperti: p.ramlee, a. ramle, syarifah aini, rafeah buang, kartina dahari, uji rashid, dj.dave memenuhi sudut sempit dalam segitiga bisu, penyanyi yang tak lapuk oleh hujan dan tak lekang oleh panas. Penyanyi dulu secara umum mempunyai jiwe, baik penyanyi luar maupun lokal. Memang karya yang diciptakan dengan kesungguhan hati, dengan jiwa, tetap sedap sampai bilepun.
Kulirik jam kesayanganku, perjalanan hari ini terase agak lambat, putaran jam tak mampu menggeserkan makna hakiki dari untaian jalan jam yang semakin tidak berarti. Azan telah memanggil, namun pikiranku masih berkeliaran dikota yang semakin tidak menentu ini, entahlah. Tak satupun karya yang mampu kuukir dengan sempurna beberape hari ini, terbengkalai, begitu pule hasil jempretan kamera tidak mengene, pokoknye tidak ade yang mantap, untung sekarang era digital jadi tidak terlampau banyak abis modal, kalau pade zaman pakai film dulu bisa tekor.
Kucube lagi mengarahkan beberape moment, tapi...tetap tak bernyawe. Bagi orang awam mungkin sudah sangat bagus, tapi tidak dengan aku, maklum aje dekat tige puluh tahun lebih rasenye sejak duduk di bangku SMP aku telah berkutat dengan dunia fhoto memfhoto, salah satu hobiku, sementare waktu itu sekitar tahun tujuh puluhan hanye beberape orang yang punye kamera, yah...wajarlah bukan nyombong tapi ninggi sikit hehehe....kalau aku lebih paham masalah ini.
Jingganye senja terus menemani perjalanan siang menuju malam, yang semakin cantik dengan gemerlapnya lampu fly over yang memukau dihiasi ornamen kombinasi kultur melayu dan modernisasi disetiap sudutnye. Aku harus cepat ke vilaku, kalau tidak mau berkelahi dengan macet.

Sekianlah.
Pekanbaru,  20 November 2012

Kamis, 15 November 2012

Dra. ASMIDA, M. Pd; Selamat Tahun Baru Islam 1434 H

Dra. ASMIDA, M. Pd
Staf Bidang Pengembangan PLS Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru

Mengucapkan 

Selamat Tahun Baru Islam 1434 H