Jumat, 22 Juni 2012

Dra. ASMIDA, M. Pd. Matematika: Sebagai ilmu bantu dalam ilmu lain/ kehidupan sehari-hari.


Matematika: 
Sebagai ilmu bantu dalam kehidupan sehari-hari.

Oleh: 
Dra. ASMIDA, M. Pd
Staf Bidang Pengembangan PLS Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru


Seperti yang telah penulis tulis dalam http://l2pts.blogspot.com/2012/05/dra-rm-asmida-m-pd-sepokok-tebu-gule.html bahwa  Matematika itu adalah seni dan bahasa simbol. Komunikasi yang sangat indah pada dasarnya terjalin oleh untaian komunikasi matematika yang menumbuhkan penalaran yang bermuara pada berpikir kritis. Hal tersebut senada dengan yang diungkapkan oleh Prof . Dr. Utari Sumarmo salah seorang  guru besar FPMIPA UPI  yang menyatakan Matematika mempunyai arti yang beragam, bergantung kepada siapa yang menerapkannya selanjutnya Prof . Dr. Utari Sumarmo menyatakan salah satu pengertian matematika  adalah sebagai alat untuk  mengembangkan  kemampuan berfikir kritis, serta sikap yang terbuka dan obyektif.  
Walau tidak semue orang menyenangi matematika karena kemampuan atau daya tangkap, minat dan bakat manusia berbeda-beda, namun pengenalan matematika sejak dini harus digalakkan melalui berbagai cara yang dikaitkan dalam kehidupan peserta didik sehari-hari.  Hal tersebut senada dengan yang diungkapkan  Prof . Dr. Utari Sumarmo  yang menyatakan  bahwa arti matematika yaitu Sebagai ilmu bantu dalam ilmu lain/ kehidupan sehari-hari. Dengan demikian matematika sebagai ilmu bantu dalam kehidupan sehari-hari tidak bisa dilepaskan dan saling berkaitan, pendidiklah yang  mengemas atau membuat skenario pembelajarannya  sedemikian rupa sehingga pembelajaran tersebut bermakna terutama pada anak-anak Paud.
Menurut penulis yang lebih bagus lagi bila pembelajaran yang dirancang oleh guru Paud tersebut adalah lingkungan yang dikenal oleh anak-anak Paud tersebut, sehingge memperkecil kemungkinan kesalahan atau mereke tidak menghayal atau meraba-raba.
Berikut adalah beberape contoh yang dapat menjadi gambaran bagi Guru Paud untuk mengasah daya nalar peserta didik dalam berbagai kegiatan bermain dan belajar. Kegiatan ini terinspirasi salah satunye dari pembelajaran B. Inggris yang ditampilkan oleh Miss Mel dari Africa Selatan dan Miss Katja dari Jerman, sebelum penulis berangkat ke Bandung tahun 2007 untuk melanjutkan S2 dalam Pendidikan Matematika di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung.

Adapun salah satu kegiatan yang dilakukan dalam proses pembelajarannya adalah Kegiatan Mengamati Gambar. atau cerita yang terjadi dalam gambar. Namun harus diingat oleh pendidik, kegiatan tersebut disesuaikan dengan kondisi peserta didik.



Kegiatan mengamati gambar bisa dilakukakan pendidik misal dengan memperagakan beberapa gambar secara bertahap, misal sebagai contoh dapat dilihat pada beberapa gambar berikut (Gb. 1 s.d Gb. 11). Ajak  mereka bercerita apa yang nampak dalam gambar dengan bahasa anak PAUD. Ingat peserta didik harus sangat sabar dalam membimbing anak-anak yang sudah pasti mempunyai beragam karakter, dan terdiri dari orang tua yang mempunyai berbagai latar belakang pendidikan, ekonomi dsbnya. Dibutuhkan kompetensi profesional pendidik, agar tujuan kegiatan mengamati gambar dapat tercapai.
Berikut beberape gambar sebagai taraf pengenalan awal peserta didik tentang Matematika (Berhitung).





GAMBAR 1: Dra. ASMIDA, M. Pd
di Objek Wisata Trans Studio



 GAMBAR 2: Aji dirumah Oma 




 GAMBAR 3: Ai sedang bermain bola dirumah Oma 


 GAMBAR 4: Dra. ASMIDA, M. Pd
di Objek WisataTrans Studio


GAMBAR 5: Anggi berkodak ria sebelum meneruskan perjalanan ke Pekanbaru



GAMBAR 6.  Dra. ASMIDA, M. Pd bersama Badut di Objek Wisata TMII




GAMBAR 7: Dea, Nia dan Yola di Objek WisataTrans Studio

GAMBAR 8: Dea dan Nia di Objek Wisata TMII




 GAMBAR 9:
Dra. ASMIDA, M. Pd bersama beberapa kawan-kawan dari LPK dan guru Paud di Objek Wisata Ciater






Gambar 10: Kucing
Fhoto koleksi teman disalah satu kabupaten di Provinsi Riau




Gambar 11: Kucing
Fhoto koleksi teman disalah satu kabupaten di Provinsi Riau


Amati setiap kemajuan peserta  didik dalam kegiatan tersebut. Misal dari hasil pembelajaran beberapa kali pertemuan didapat kemajuan peserta didik, seperti berikut:
1. peserta didik mampu membedakan warna merah, hijau, coklat, orange, biru, hitam, kuning, hijau dsbnye
2. peserta didik mampu membedakan ekspresi orang ketawa, sedih, diam, mengangkat tangan dsbnye
3. peserta didik mampu mengenal berbagai kegiatan di gambar seperti orang naik sepeda, makan, adanya kedai tempat berjualan makanan dsbnya.
 4.  peserta didik mampu mengenal pohon dsbnya.
5. peserta didik mampu mengenal BUS dsbnya
6. peserta didik mampu mengenal Badut dsbnya
7. peserta didik mampu mengenal  tas yang disandang pakai tali panjang dsbnya
8. peserta didik mampu mengenal kucing  dsbnya
dstnye.

Kegiatan tersebut dilakukan secara bertahap sampai beberape kali pertemuan, setelah peserta didik paham baru dilanjutkan pada kegiatan berikutnya, misal pada gambar 4 , kita ajak peserta didik melihat berapa orang yang duduk di kursi, duduk dibawah, berjalan, berdiri dsbnya. Dengan demikian secara bermain kita mengajarkan peserta didik belajar  berhitung walau dalam taraf pengenalan.
Catat lah kemajuan peserta didik tersebut, selain sebagai umpan balik bagi pendidik PAUD, juga dapat digunakan sebagai laporan kepada orang tua untuk kemajuan anaknya baik secara lisan misal saat orang tua menjemput anaknya maupun secara tulisan beberapa bulan sekali. 











Tidak ada komentar:

Poskan Komentar