Senin, 30 April 2012

Dra. ASMIDA, M. Pd. Artikel Isu-isu penting didalam penyelenggaraan pendidikan tinggi


ISU-ISU PENTING DIDALAM PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN TINGGI

TUGAS INDIVIDU
MATA KULIAH: MANAJEMEN PENDIDIKAN TINGGI
Dosen: Prof.Dr. MUCHLIS R. LUDDIN, MA



Oleh:
ASMIDA
NomorRegistrasi: 7617101479



PROGRAM STUDI DOKTOR (S3)
MANAJEMEN PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
2012

ISU-ISU PENTING DIDALAM PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN TINGGI

Oleh:
ASMIDA / 7617101479/ S-3 MP UNJ
HP: 08127620849


Menurut pendapat saya isu yang paling penting dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi adalah tentang inovasi. Berbicara inovasi, berarti kita juga berbicara mengenai kreativitas, berpikir kritis,  problem solving.

INOVASI
Menurut Prof. Azis (http://uharsputra.wordpress.com/pendidikan/inovasi pendidikan/diakses 15 januari2012 ). Inovasi berarti mengintrodusir  suatu gagasan maupun teknologi baru, inovasi merupakan genus dari change yang berarti perubahan. Inovasi dapat berupa  ide, proses dan produk dalam berbagai bidang. Contoh bidangnya adalah : Managerial,   Teknologi, Kurikulum.
Dengan demikian inovasi kemampuan seseorang untuk melakukan suatu penemuan (bukan penemuan yang benar-benar murni baru), tapi penemuan yang berawal atau terinspirasi dari penemuan sebelumnya sebagai landasan. Hasil konstruksi yang diperolehnya dapat dipergunakan dalam berbagai kegiatan misanya: salah satu cara guru untuk menarik minat siswa didalam belajar geometri.
Guru dapat mengkonstruksi pembelajarannya dengan menggunakan pendekatan realistic. Dimana guru dituntut kemampuannya untuk mengkaitkan materi geometri kedalam masalah nyata yang sudah dikenal oleh peserta didiknya.
KREATIFITAS
http://nadhirin.blogspot.com/2009/03/manajemen-perserta-didik-dalam.html diakses 14 jan 2012. Menyatakan bahwa: kebutuhan akan kreativitas tampak dan dirasakan pada semua kegiatan manusia. Perkembangan akhir dari kreativitas akan terkait dengan empat aspek, yaitu: aspek pribadi, pendorong, proses dan produk. Kreativitas akan muncul dari interaksi yang unik dengan lingkungannya. Kreativitas adalah proses merasakan dan mengamati adanya masalah, membuat dugaan tentang kekurangan (masalah) ini, menilai dan mengujinya.           
Menurut pendapat saya, dalam mewujudkan proses kretivitas yang paling penting adalah dimulai dari diri sendiri sesuai kapasitas yang dimiliki. Namun untuk itu diperlukan kemampuan personal yang belum tentu semua orang memilikinya. Disinilah letak peran guru untuk mendorong kemampuan peserta didiknya sesuai dengan kapasitas mereka, sehingga diharapkan menimbulkan kreativitas.
Seperti yang diungkapkan utamimunandar dan imam musbikin, dalamhttp://www.aryesnovianto.com/2010/12/pengertian-kreativitas-menurut-utami.htmldiakses 15 januari 2012 menyatakan:
Walaupun ada pengakuan ilmiah terhadap pentingnya kreativitas, namun hingga kini hanya sedikit sekali penelitian yang telah dilakukan. Hal itu disebabkan adanya kesulitan metodologi dan karena adanya keyakinan bahwa kreativitas adalah suatu faktor bawaan individual sehingga hanya sedikit yang dapat dilakukan untuk mengendalikannya.
Menurut Utami Munandar kreativitas adalah suatu kemampuan umum untuk menciptakan suatu yang baru, sebagai kemampuan untuk memberikan gagasan-gagasan baru yang dapat diterapkan dalam pemecahan masalah, atau sebagai kemampuan untuk melihat hubungan-hubungan baru antara unsur-unsur yang sudah ada sebelumnya. Sedangkan menurut Imam Musbikin, kreativitas adalah kemampuan memulai ide, melihat hubungan yang baru, atau tak diduga sebelumnya, kemampuan memformulasikan konsep yang tak sekedar menghafal, menciptakan jawaban baru untuk soal-soal yang ada, dan mendapatkan pertanyaan baru yang perlu di jawab.
BERPIKIR KRITIS
http://izzaucon.blog.uns.ac.id/2011/12/04/mewujudkan-siswa-yang-berpikir-kritis-dan-kreatif-melalui-pendekatan-problem-solving/diakses 15 januari 2012 memaparkan tentang berpikir kritis sebagai berikut: Berpikir kritis merupakan suatu proses penggunaan kemampuan berpikir secara efektif yang dapat membantu seseorang untuk membuat, mengevaluasi serta mengambil keputusan tentang apa yang diyakini atau dilakukan siswa.
            Dari pengertian berpikir tersebut dapat diambil kriteria berpikir kritis, yaitu (1) Berpikir terbuka, menghindari pemikiran sempit, membiasakan mengeksplorasi opsi-opsi yang ada; (2) Rasa ingin tahu intelektual, ditunjukan dengan kebiasaan bertanya, merenungkan, menyelidiki dan meneliti; (3) Perencanaan dan strategi, menyusun rencana, menentukan tujuan, mencari arah untuk menciptakan hasil; (4) Kehati-hatian intelektual, adanya upaya mengecek ketidak akuratan atau kesalahan, bersikap cermat dan teratur.
Salah satu cara pendekatan dalam pembelajaran untuk dapat mewujudkan siswa dapat berpikir kritis dan kreatif yaitu dengan pendekatan problem solving.
PEMECAHAN MASALAH (PROBLEM SOLVING)
Pendekatan problem solver merupakan sebagai proses pendekatan pembelajaran yang menuntut siswa untuk menyelesaikan masalah, dimana problem yang harus diselesaikan tersebut bisa dibuat-buat sendiri oleh guru, dapat pula masalah yang sudah dialami siswa dan adakalanya fakta nyata yang ada di lingkungan kemudian dipecahkan dalam pembelajaran di kelas, dengan berbagaicara dan teknik.
Menerapkan pendekatan problem solver memerlukan aspek-aspek yang dipenuhi.(1) keaktifan siswa, karena keaktifan siswa dalam pembelajaran dapat menumbuhkan konsep-konsep pengetahuan yang dipelajari. (2) kreatifitas, dengan berkreatifitas dapat menghantarkan daya pikir kritis dalam memecahkan masalah. (3) metode dan teknik pembelajaran, hal ini akan mempengaruhi keberlangsungan pembelajaran untuk mewujudkan tujuan pembelajaran.
            Adapun cara yang ditempuh dalam pembelajaran problem solving diantaranya: (1) Identifikasi masalah, mencoba mengelompokan dan mengerti masalah yang dihadapi oleh siswa; (2) Mencari solusi alternatif, mencoba menemukan solusi bersama siswa (guru pertama memberikan contoh sebagai pancingan supaya siswa dapat berpikir kritis) (3) Mengambil keputusan, membandingkan solusi yang terbaik kemudian mengambil keputusan solusi yang tepat bersama siswa (guru sebagai pembimbing supaya yang mencari solusi adalah dari siswa sendiri, hal ini untuk siswa supaya dapat berpikir kritis). (4) Mengimplementasikan solusi dan pembuktian, mencoba mempraktekan solusi yang sudah disepakati bersama.







SUMBER:


  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar